<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://herchuless.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herchuless.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 07:34:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='herchuless.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/a31267c7ac2b01ff8c29874d2cc56f88?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://herchuless.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://herchuless.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://herchuless.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengabdi di BUMN, Lebih Sulitkah ?</title>
		<link>http://herchuless.wordpress.com/2011/12/28/mengabdikah-di-bumn-lebih-sulitkah/</link>
		<comments>http://herchuless.wordpress.com/2011/12/28/mengabdikah-di-bumn-lebih-sulitkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 06:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herchuless</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dahlan Iskan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herchuless.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[BENARKAH menjadi eksekutif di BUMN itu lebih sulit dibanding di swasta? Benarkah menjadi direksi di perusahaan negara itu lebih makan hati? Lebih tersiksa? Lebih terkungkung birokrasi? Lebih terbelit peraturan? Lebih tidak ada hope? Jawabnya: entahlah. Belum ada penelitian ilmiahnya. Yang ada barulah rumor. Persepsi. Anggapan. Bagaimana kalau dibalik: tidak mungkinkah anggapan itu hanya cermin dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=127&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">BENARKAH menjadi eksekutif di BUMN itu lebih sulit dibanding di swasta? Benarkah menjadi direksi di perusahaan negara itu lebih makan hati? Lebih tersiksa? Lebih terkungkung birokrasi? Lebih terbelit peraturan? Lebih tidak ada hope?<br />
Jawabnya: entahlah.<br />
Belum ada penelitian ilmiahnya. Yang ada barulah rumor. Persepsi. Anggapan.<br />
Bagaimana kalau dibalik: tidak mungkinkah anggapan itu hanya cermin dari pepatah &#8220;rumput di halaman tetangga lebih hijau&#8221; Atau bahkan lebih negatif lagi: sebagai kambing hitam&#8221; Yakni, sebuah kambing hitam untuk pembenaran dari kegagalan? Atau sebuah kambing hitam untuk sebuah ketidakmampuan?<br />
Agar lebih fair, sebaiknya didengar juga suara-suara dari kalangan eksekutif swasta.<br />
Mereka tentu bisa banyak bercerita. Misalnya, cerita betapa stresnya mengejar target dari sang pemilik perusahaan. Di sisi ini jelas menjadi eksekutif di swasta jauh lebih sulit. Bagi seorang eksekutif swasta yang tidak bisa mencapai target, hukumannya langsung di depan mata: diberhentikan. Bahkan, kalau lagi sial, yakni menghadapi pemilik perusahaan yang mulutnya kotor, seorang eksekutif swasta tidak ubahnya penghuni kebun binatang.<br />
Di BUMN konsekuensi tidak mencapai target tidak ada. Menteri yang mewakili pemilik BUMN setidaknya tidak akan pernah mencaci maki eksekutifnya di depan umum.<br />
Bagaimana dengan citra campur tangan yang tinggi di BUMN? Ini pun kelihatannya juga hanya kambing hitam. Di swasta campur tangan pemilik jauh lebih dalam. Katakanlah direksi BUMN mengeluh seringnya dipanggil DPR sebagai salah satu bentuk campur tangan. Tapi, saya lihat, pemanggilan oleh DPR itu tidak sampai memiliki konsekuensi seberat pemanggilan oleh pemilik perusahaan swasta. Apalagi, Komisi VI DPR yang membawahkan BUMN sangat proporsional. Tidak banyak yang aneh-aneh. Bahkan, salah satu anggota DPR di situ, Mumtaz Amin Rais, sudah seperti anggota parlemen dari Inggris. Kalau bertanya sangat singkat, padat, dan langsung pada pokok persoalan. Tidak sampai satu menit. Anggota yang lain juga tidak ada yang sampai menghujat tanpa alasan yang kuat. Jelaslah, campur tangan pemilik perusahaan swasta jauh lebih mendalam.<br />
Di swasta juga sering ditemukan kenyataan ini: banyak pemilik perusahaan swasta yang maunya aneh-aneh. Kediktatoran mereka juga luar biasa! Sangat biasa pemilik perusahaan swasta memaksakan kehendaknya. Dengan demikian, cerita soal campur tangan pemilik, soal pemaksaan kehendak, dan soal kediktatoran pemilik di swasta jauh lebih besar daripada di BUMN.<br />
Bagaimana dengan iklim korporasinya? Sebenarnya juga sama saja. Hanya berbeda nuansanya. Bukankah di swasta Anda juga sering terjepit oleh besarnya dominasi keluarga pemilik ‘’apalagi kalau si pemilik akhirnya sudah punya anak dan anak itu tumbuh dewasa dan menghasilkan menantu-menantu.&#8221; Dengan demikian, tidak cukup kuat juga alasan bahwa menjadi eksekutif di BUMN itu lebih sulit karena iklim korporasinya kurang mendukung.<br />
Bagaimana soal campur tangan politik? Memang ada anggapan campur tangan politik sangat menonjol di BUMN. Untuk soal ini pun saya meragukannya. Saya melihat campur tangan itu lebih banyak lantaran justru diundang oleh eksekutif itu sendiri. Di swasta pun kini akan tertular penyakit itu. Dengan banyaknya pemilik perusahaan swasta yang terjun ke politik, bisa jadi kerepotan eksekutif di swasta juga bertambah-tambah. Tidakkah Anda pusing menjadi eksekutif swasta yang pemiliknya berambisi terjun ke politik?<br />
Maka, saya curiga orang-orang yang sering mengembuskan wacana bahwa menjadi eksekutif di BUMN itu sulit adalah orang-orang yang pada dasarnya memang tidak bisa bekerja. Di dunia ini alasan, dalih, kambing hitam, dan sebangsanya terlalu mudah dicari. Orang yang sering diberi nasihat atasannya, tapi gagal dalam melaksanakan pekerjaannya, dia akan cenderung beralasan &#8220;terlalu banyak dicampuri sih.’’ Sebaliknya, orang yang diberi kepercayaan penuh, tapi juga gagal, dia akan bilang, &#8220;Tidak pernah ditengok sih.’’<br />
Maka, pada akhirnya sebenarnya kembali ke who is he! Kalau dibilang menjadi direksi di BUMN itu sulit dan bekerja di swasta ternyata juga sulit, lalu di mana dong bekerja yang enak? Yang tidak sulit? Yang tidak repot? Yang tidak stress? Yang gajinya besar? Yang fasilitasnya baik? Yang bisa bermewah-mewah? Yang bisa semuanya?<br />
Saya tidak bisa menjawab itu. Yang paling tepat menjawabnya adalah orang yang tingkatan hidupnya lebih tinggi dari saya. Bukan Rhenald Kasali atau Tanri Abeng atau Hermawan Kartajaya. Bukan Peter Drucker, bukan pula Jack Welch. Yang paling tepat menjawab pertanyaan itu adalah seseorang yang lagi menikmati tidurnya yang pulas pada hari Senin pukul 10 pagi di bawah jembatan kereta api Manggarai dengan hanya beralaskan karton. Dialah seenak-enaknya orang. Sebebas-bebasnya manusia. Tidak mikir utang, tidak mikir target, tidak mikir tanggung jawab. Orang seperti dialah yang barangkali justru heran melihat orang-orang yang sibuk!<br />
Maksud saya: maka berhentilah mengeluh!<br />
Maksud saya: tetapkanlah tekad! Mau jadi direksi BUMN atau mau di swasta. Atau mau, he he, memilih hidup yang paling nikmat itu!<br />
Maksud saya: kalau pilihan sudah dijatuhkan, tinggallah kita fokus di pilihan itu. Sepenuh hati. Tidak ada pikiran lain kecuali bekerja, bekerja, bekerja!<br />
Daripada mengeluh terus, berhentilah bekerja. Masih banyak orang lain yang mau bekerja. Masih banyak orang lain yang tanpa mengeluh bisa menunjukkan kemajuan!<br />
Lihatlah direksi bank-bank BUMN itu. Mereka begitu majunya. Sama sekali tidak kalah dengan direksi bank swasta. Padahal, direksi bank BUMN itu terjepit antara peraturan birokrasi BUMN dan peraturan yang ketat dari bank sentral. Mana ada direksi yang dikontrol begitu ketat dari dua jurusan sekaligus melebihi direksi bank BUMN? Buktinya, bank-bank BUMN kita luar biasa.<br />
Lihatlah pemilihan Marketeers of The Year yang sudah lima tahun dilaksanakan Marks Plus-nya Hermawan Kartajaya. Empat tahun berturut-turut Marketeers of The Year-nya adalah direksi BUMN! Swasta baru menang satu kali! Para Marketeers of The Year dari BUMN itu adalah tipe orang-orang yang tidak pandai mengeluh! Mereka adalah tipe orang yang bekerja, bekerja, bekerja!<br />
Lihatlah tiga CEO BUMN yang minggu lalu terpilih sebagai CEO BUMN of The Year: R.J. Lino (Dirut Pelindo 2), Tommy Soetomo (Dirut Angkasapura 1), dan Ignasius Jonan (Dirut Kereta Api Indonesia). Mereka adalah orang-orang yang sambil mengeluh terus bekerja keras. Mereka terus menghasilkan prestasi dari sela-sela jepitan birokrasi dan peraturan. Bahkan, salah satu dari tiga orang itu terus bekerja keras sambil menahan sakitnya yang berat.<br />
Lihat pulalah para direksi BUMN yang malam itu memenangi berbagai kategori inovasi di BUMN. Mereka adalah orang-orang andal yang mau mengabdi di BUMN.<br />
Maaf, mungkin inilah untuk kali terakhir saya menggunakan kata &#8220;mengabdi di BUMN?. Setelah ini saya ingin menghapus istilah &#8220;mengabdi&#8221; itu. Istilah &#8220;mengabdi di BUMN&#8221; tidak lebih dari sebuah kemunafikan. Selalu ada udang di balik batu di balik istilah &#8220;mengabdi di BUMN&#8221; itu. Setiap ada pihak yang mengucapkan kata &#8220;mengabdi di BUMN, pasti ada mau yang ingin dia sampaikan. Banyak sekali mantan pejabat BUMN yang ingin terus memiliki rumah jabatan dengan alasan sudah puluhan tahun mengabdi di BUMN. Terlalu banyak orang BUMN yang memanfaatkan istilah mengabdi untuk tujuan-tujuan tersembunyi. Barangkali memang sudah waktunya BUMN bukan lagi tempat mengabdi, dalam pengertian seperti itu. Kecuali mereka benar-benar mau bekerja keras di BUMN tanpa digaji! Sudah waktunya BUMN hanya sebagai tempat membuat prestasi. (*)</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Oleh Dahlan Iskan<br />
Menteri BUMN</strong></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herchuless.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herchuless.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herchuless.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herchuless.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herchuless.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herchuless.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herchuless.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herchuless.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herchuless.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herchuless.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herchuless.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herchuless.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herchuless.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herchuless.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=127&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herchuless.wordpress.com/2011/12/28/mengabdikah-di-bumn-lebih-sulitkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f18f4b6bf2996415c8c71dd9f539208?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herchuless</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisakah Merpati Hidup Lagi ?</title>
		<link>http://herchuless.wordpress.com/2011/12/27/bisakah-merpati-hidup-lagi/</link>
		<comments>http://herchuless.wordpress.com/2011/12/27/bisakah-merpati-hidup-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 06:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herchuless</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dahlan Iskan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herchuless.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[KADANG libur itu penting. Pada hari tanpa kesibukan itulah persoalan yang rumit bisa dibicarakan secara mendasar, detail, dan habis-habisan. Misalnya, pada hari libur Sabtu lalu. Enam jam penuh bisa membicarakan rumitnya persoalan Merpati Nusantara Airline. Tidak hanya direksi dan komisaris yang hadir, tapi juga seluruh manajer senior. Ruang rapat sampai tidak cukup sehingga pindah ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=120&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">KADANG libur itu penting. Pada hari tanpa kesibukan itulah persoalan yang rumit bisa dibicarakan secara mendasar, detail, dan habis-habisan. Misalnya, pada hari libur Sabtu lalu. Enam jam penuh bisa membicarakan rumitnya persoalan Merpati Nusantara Airline.<br />
Tidak hanya direksi dan komisaris yang hadir, tapi juga seluruh manajer senior. Ruang rapat sampai tidak cukup sehingga pindah ke ruang tamu yang secara kilat dijadikan arena perdebatan.<br />
Meski saya yang memimpin rapat, tidak ada hierarki di situ. Segala macam jabatan dan predikat saya minta ditanggalkan. Tidak ada menteri, tidak ada Dirut, tidak ada komisaris, dan tidak ada bawahan. Semua sejajar sebagai orang bebas. Duduknya pun tidak diatur dan tidak teratur. Operator laptop dan proyektornya sampai duduk di lantai. Kebetulan saya juga hanya memakai kaus dan celana olahraga. Belum mandi pula. Baru selesai berolahraga bersama 30.000 karyawan dan keluarga Bank Rakyat Indonesia se-Jakarta memperingati ultah ke-116 mereka yang gegap gempita.<br />
Pindah dari acara BRI ke acara Merpati pagi itu rasanya seperti pindah dari surga ke Marunda. Dari perusahaan yang labanya Rp 14 triliun ke perusahaan yang ruginya tidak habis-habisnya. Dari jalannya operasional saja Merpati sudah rugi besar. Apalagi, kalau ditambah beban-beban utangnya. Tiap bulan pendapatannya hanya Rp 133 miliar. Pengeluarannya Rp 178 miliar. Pesawatnya tua-tua. Sekali dapat yang baru MA 60 pula.<br />
Suasana kerja di Merpati pun sudah seperti perusahaan yang no hope! Maka, jelaslah bahwa persoalan Merpati tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa.<br />
Restrukturisasi perusahaan dengan cara modern sudah dicoba sejak dua tahun lalu. Belum ada hasilnya &#8220;bahkan tanda-tandanya sekali pun. Upaya restrukturisasi ini telah menghabiskan enersi luar biasa. Lebih-lebih menghabiskan waktu dan kesempatan.<br />
Panjangnya proses pengadaan pesawat Tiongkok MA 60 membuat peluang lama hilang begitu saja. Rute-rute kosong yang semula akan diisi MA 60 telanjur dimasuki Wing dan Susi Air yang lebih kompetitif. MA 60 yang menurut para pilot merupakan pesawat yang bagus, lebih berat lagi bebannya setelah terjadi kecelakaan di Kaimana. Peristiwa yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kualitas pesawat itu ikut membuat Merpati ibarat petinju yang sudah sempoyongan tiba-tiba terkena pukulan berat.<br />
Sebelum kecelakaan Kaimana, penumpang sebenarnya lebih senang naik MA 60. Pesawat ini sengaja didesain untuk negara tropis. AC-nya bisa berfungsi sejak penumpang masuk pesawat. Tidak seperti pesawat baling-baling lain yang panas udara kabinnya luar biasa dan baru berkurang setelah beberapa menit di udara.<br />
Merpati memang sering kehilangan momentum. Bahkan, seperti sudah kehilangan momentum sejak dari lahirnya. Ketika kali pertama dipisahkan dari Garuda, pesawat-pesawatnya diambil, tapi utangnya ditinggalkan. Beban-beban lain juga menumpuk. Semua itu enak sekali dijadikan kambing hitam oleh manajemen. Setiap manajemen yang gagal punya alasan pembenarannya. Kadang manajemen lebih sibuk mengumpulkan kambing hitam daripada bekerja keras dan melakukan efisiensi.<br />
Benarkah tidak ada hope lagi di Merpati?<br />
Itulah yang melalui forum pada hari libur Sabtu lalu ingin saya ketahui. Terutama sebelum saya membuat keputusan yang tragis: ditutup! Segala macam usaha sudah dilakukan. Dua bulan lalu sebenarnya saya sudah menyederhanakan manajemen Merpati. Jabatan wakil Dirut saya hapus. Jumlah direktur saya kurangi. Ini agar manajemen lebih lincah. Juga terbebas dari beban psikologis karena wakil Dirutnya lebih senior dari sang Dirut. Rupanya itu belum cukup. Saya harus masuk lebih ke dalam. Tiba-tiba saya ingin berdialog langsung. Dialog yang intensif dan tanpa batas. Dialog dengan jajaran yang lebih bawah. Di masa lalu saya sering mendapat pengalaman ini: banyak ide bagus justru datang dari orang bawah yang langsung bekerja di lapangan. Bukan dari konseptor yang bekerja di belakang meja.<br />
Memang ada rencana pemerintah dan DPR untuk membantu keuangan Merpati Rp561 miliar. Tapi, akankah uang itu bermanfaat? Atau hanya akan terbang terhambur begitu saja ke udara? Seperti ratusan miliar uang-uang negara sebelumnya.<br />
Tentu saya tidak ingin seperti itu. Harus ada jaminan ini: dengan suntikan tersebut Merpati bisa hidup dan berkembang. Tidak seperti suntikan-suntikan uang ratusan miliar rupiah di masa lalu. Ini juga harus menjadi uang terakhir dari negara untuk Merpati. Sudah terlalu besar negara terus menyuntik Merpati, dengan hasil yang masih begitu-begitu saja.<br />
Karena itu, saya kemukakan terus terang di forum: daripada uang Rp 561 miliar tersebut terhambur ke udara begitu saja dan karyawan pada akhirnya kehilangan pekerjaan juga, lebih baik Merpati ditutup sekarang juga. Uang itu bisa dibelikan kebun kelapa sawit. Tiap karyawan mendapat pesangon 2 ha kebun sawit. Orang Riau punya dalil: satu keluarga yang punya 2 ha kebun sawit, sudah bisa hidup sampai menyekolahkan anak ke ITB! Memiliki 2 ha kebun sawit lebih memberikan masa depan daripada terus menjadi karyawan Merpati.<br />
Tentu ide ini membuat pertemuan heboh. Sekaligus peserta pertemuan tertantang untuk menolaknya. Mereka tidak rela kalau Merpati harus mati. Kebun sawit bukan bandingan untuk masa depan. Oke. Saya setuju. So what, Kalau dari operasionalnya saja sudah rugi, masih adakah alasan untuk mempertahankannya.<br />
Maka, saya ajukan ide untuk melakukan pembahasan topik per topik. Ini untuk mengecek apakah benar masih ada harapan.<br />
Topik pertama adalah: bagaimana membuat pendapatan Merpati lebih besar daripada pengeluarannya. Kalau tidak ada jalan yang konkret di topik ini, putusannya jelas: Merpati harus ditutup.<br />
Asumsinya: bagaimana bisa memikul beban yang lain kalau dari operasionalnya saja sudah rugi besar. Berapa pun modal digerojokkan tidak akan ada artinya. Lebih baik untuk beli kebun sawit!<br />
Meski logika sawit begitu jelas dan rasional, rupanya masih banyak yang takut mengubah jalan hidup. Ketika hal itu saya kemukakan, seseorang nyeletuk dari arah belakang. &#8220;Salah Pak Dahlan! Bukan kami takut menjadi petani sawit, tapi Merpati ini masih punya peluang besar,&#8221; katanya. &#8220;Asal semua orang di Merpati punya etos kerja yang hebat,&#8221; tambahnya.<br />
Etos kerja ini begitu sering dia sebut sebagai penyebab utama kesulitan Merpati sekarang ini. Dia sangat percaya etos itulah kuncinya, sehingga sepanjang enam jam rapat itu dia selalu dipanggil dengan nama Pak Etos.<br />
Pak Etos mungkin benar. Tapi, itu masih kurang konkret. Yang diperlukan adalah usul konkret dan realistis. Yang bisa membuat pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Yang bisa dilaksanakan dalam keadaan Merpati as is.<br />
Pagi itu begitu sulit mencari ide yang membumi. Saya pun lantas teringat pada gurauan pedagang-pedagang sukses seperti ini: &#8220;Tuhan itu baik. Tapi, uanglah yang bisa membuat orang mengatakan Tuhan itu baik.<br />
Rupanya perlu rangsangan material untuk melahirkan ide-ide kreatif. Rupanya perlu dana untuk mendatangkan Tuhan. Maka, saya tawarkan di forum itu: peserta rapat yang mengusulkan ide terbaik akan saya beri hadiah satu mobil baru, Avanza, dari kantong saya pribadi.<br />
Rapat pun menjadi heboh. Gelak tawa memenuhi ruangan. Ide belum muncul, tapi warna mobil sudah harus dibicarakan. Setuju: warna krem! Neraka sawit ternyata tidak menarik. Surga Avanzalah yang menggiurkan. Pantaslah kalau Jakarta macet!<br />
Tuhan rupanya benar-benar datang. Inspirasi bermunculan. Hampir semua peserta rapat mengangkat tangan. Mereka berebut mendaftarkan ide. Angkat tangan lagi untuk ide kedua. Ide ketiga. Bahkan, ada yang sampai mendaftarkan lima ide.<br />
Setelah terkumpul 53 ide, barulah diperdebatkan. Mana yang konkret dan mana yang terlalu umum. Mana yang menghasilkan rupiah, mana yang menghasilkan semangat. Mana yang membuat pendapatan lebih besar, mana yang membuat pengeluaran lebih kecil.<br />
Ide-ide itu kemudian di-ranking. Dari yang terbaik sampai yang terkurang. Dari yang terbanyak menghasilkan rupiah sampai yang menghasilkan etos. Perdebatan amat seru karena masing-masing mempertahankan idenya. Terjadi diskusi yang luar biasa intensif, mengalahkan rapat kerja bagian pemasaran.<br />
Dari ranking yang dibuat, memang sudah bisa diketahui siapa yang bakal dapat mobil. Tapi, ada yang protes. &#8220;Sebaiknya hadiah baru diberikan setelah ide itu jadi kenyataan,&#8221; teriaknya. Rupanya, dia ingin membuktikan bahwa meski idenya kalah ranking, dalam pelaksanaannya kelak akan mengalahkan juara ranking itu. Setuju. Kita lihat dulu kenyataan di lapangan. Peluang bagi ide yang ranking-nya di bawah pun masih terbuka.<br />
Tentu ide-ide itu masih dirahasiakan. Ini terutama karena masih akan dirumuskan dalam bentuk program kerja nyata di lapangan. Tapi, semua ide memang sangat menarik. Dari sinilah bisa diketahui bahwa Merpati seharusnya tidak akan rugi secara operasional. Kalau ini terlaksana, pemilik dana tidak akan ragu membantu. Alhamdulillah. Tuhan memberkati.<br />
Topik berikutnya adalah MA 60. Bagaimana kinerjanya selama ini? Apakah bisa menghasilkan uang dan terutama bagaimana mengembalikan citra yang rusak akibat kecelakaan Kaimana<br />
Banyak juga ide gila yang muncul. Termasuk ide bahwa khusus untuk MA 60 sebaiknya dicarikan pilot bule. Seperti pesawatnya Susi Air. Orang kita lebih percaya kepada bule daripada bangsa sendiri. Ketidakpercayaan orang terhadap MA 60 bisa ditutup dengan pilot orang bule. Huh!?<br />
Saya benci dengan ide ini.<br />
Tapi, demi Merpati saya menerimanya!<br />
Maka, setelah enam jam berdebat, tepat pukul 16.00, rapat pun diakhiri dengan lega. Saya bisa segera pulang untuk mandi pagi! (*)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Oleh Dahlan Iskan<br />
Menteri BUMN</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herchuless.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herchuless.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herchuless.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herchuless.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herchuless.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herchuless.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herchuless.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herchuless.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herchuless.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herchuless.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herchuless.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herchuless.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herchuless.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herchuless.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=120&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herchuless.wordpress.com/2011/12/27/bisakah-merpati-hidup-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f18f4b6bf2996415c8c71dd9f539208?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herchuless</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Terpaksa Menikahnya..</title>
		<link>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/23/aku-terpaksa-menikahnya/</link>
		<comments>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/23/aku-terpaksa-menikahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 15:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herchuless</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herchuless.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki : Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=107&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/burmese-love-story3.jpg"><img src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/burmese-love-story3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="burmese-love-story" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-115" /></a><br />
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :</p>
<p>Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.</p>
<p>Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.</p>
<p><span id="more-107"></span><br />
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.</p>
<p>Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.</p>
<p>Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.</p>
<p>Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.</p>
<p>Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, aku juga membenci kedua orangtuaku.</p>
<p>Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.</p>
<p>Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.</p>
<p>“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.</p>
<p>Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”</p>
<p>“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.</p>
<p>Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.</p>
<p>Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.</p>
<p>Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.</p>
<p>Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.</p>
<p>Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.</p>
<p>Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.</p>
<p>Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.</p>
<p>Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.</p>
<p>Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.</p>
<p>Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.</p>
<p>Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.</p>
<p>Istriku Liliana tersayang,</p>
<p>Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.</p>
<p>Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.</p>
<p>Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.</p>
<p>Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!</p>
<p>Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.</p>
<p>Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.</p>
<p>Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.</p>
<p>Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”</p>
<p>Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”</p>
<p>Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”</p>
<p>Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”</p>
<p>Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.</p>
<p>http://www.marmalade7.com/2011/10/aku-terpaksa-menikahnya.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herchuless.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herchuless.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herchuless.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herchuless.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herchuless.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herchuless.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herchuless.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herchuless.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herchuless.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herchuless.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herchuless.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herchuless.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herchuless.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herchuless.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=107&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/23/aku-terpaksa-menikahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f18f4b6bf2996415c8c71dd9f539208?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herchuless</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/burmese-love-story3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">burmese-love-story</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kentut Pun Bisa Jadi Alat Menebak Karakter</title>
		<link>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/23/kentut-pun-bisa-jadi-alat-menebak-karakter/</link>
		<comments>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/23/kentut-pun-bisa-jadi-alat-menebak-karakter/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 13:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herchuless</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jokes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herchuless.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Dari ketut, kita sebenarnya bisa menebak karakter atau sifat seseorang, walaupun kita tidak pernah kenal dan mengenal orang tersebut sebelumnya. Berikut ini beberapa karakter atau sifat seseorang ditinjau dari segi cara kentutnya: Orang yang jujur Orang yang mau mengaku kalau sudah kentut Orang tak jujur Orang yang kentut malah nyalahin orang lain Orang bodoh Orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=85&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari ketut, kita sebenarnya bisa menebak karakter atau sifat seseorang, walaupun kita tidak pernah kenal dan mengenal orang tersebut sebelumnya.</p>
<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/kentut.jpg"><img src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/kentut.jpg?w=614" alt="" title="Kentut"   class="aligncenter size-full wp-image-86" /></a></p>
<p><span id="more-85"></span></p>
<p>Berikut ini beberapa karakter atau sifat seseorang ditinjau dari segi cara kentutnya:</p>
<p><strong>Orang yang jujur</strong><br />
Orang yang mau mengaku kalau sudah kentut</p>
<p><strong>Orang tak jujur</strong><br />
Orang yang kentut malah nyalahin orang lain</p>
<p><strong>Orang bodoh</strong><br />
Orang yang menahan kentut berjam-jam lamanya</p>
<p><strong>Orang yang berwawasan</strong><br />
Orang yang tahu kapan waktunya harus kentut</p>
<p><strong>Orang yang misterius</strong><br />
Orang yang kentut tapi orang lain tidak ada yang tahu</p>
<p><strong>Orang yang percaya diri</strong><br />
Orang yang yakin kalau kentutnya bau</p>
<p><strong>Orang yang sadis</strong><br />
Kalo kentut sambil dibekap dengan tangan, kemudian dibekapkan ke hidung orang lain</p>
<p><strong>Orang yang Pemalu</strong><br />
Orang yang kentutnya ngga ketahuan tapi malu sendiri</p>
<p><strong>Orang yang sial</strong><br />
Kalo kentut keluar, tai-tainya juga keluar</p>
<p><strong>Orang yang Stratejik</strong><br />
Orang yang kentut sambil ketawa sekencang-kencangnya<br />
untuk nutupin suara kentutunya</p>
<p><strong>Orang yang bego</strong><br />
Kalo sudah kentut dia tarik nafas untuk mengganti kentutnya yang keluar</p>
<p><strong>Orang yang pintar</strong><br />
Orang yang bisa mengetahui kentut orang lain</p>
<p><strong>Orang yang sakti</strong><br />
Kalo kentut menggunakan tenaga dalam</p>
<p><strong>Orang yang pelit</strong><br />
Kalo kentut dikeluarin sedikit-sedikit sampai bunyinya tit&#8230;tit&#8230;tit&#8230;</p>
<p><strong>Orang yang sombong</strong><br />
Orang yang suka nyiumin kentutnya sendiri</p>
<p><strong>Orang yang ramah</strong><br />
Orang yang suka nyiumin kentut orang lain</p>
<p><strong>Orang yang nggak gahool (gaul)</strong><br />
Kentutnya sambil ngumpet</p>
<p>Btw, agan masuk kriteria yang mana nih? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>http://farhan-bjm.blogspot.com/2011/10/kentut-pun-bisa-jadi-alat-menebak.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herchuless.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herchuless.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herchuless.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herchuless.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herchuless.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herchuless.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herchuless.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herchuless.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herchuless.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herchuless.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herchuless.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herchuless.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herchuless.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herchuless.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=85&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/23/kentut-pun-bisa-jadi-alat-menebak-karakter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f18f4b6bf2996415c8c71dd9f539208?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herchuless</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/kentut.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kentut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10  Ibu ajaib di di dunia</title>
		<link>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/22/10-ibu-ajaib-di-di-dunia/</link>
		<comments>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/22/10-ibu-ajaib-di-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 14:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herchuless</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herchuless.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Dikenal sebagai &#8220;Octomom&#8221;, Nadya Denise Doud-Suleman Gutierrez menyita perhatian internasional setelah melahirkan octuplets pada bulan Januari 2009. Octuplets kedua yang lahir dan hidup di AS dengan cepat melampaui tingkat kelangsungan hidup sebelumnya di seluruh dunia untuk satu set lengkap octuplets. Suleman, seorang ibu tunggal sudah memiliki enam anak lain di rumah pada saat itu, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=64&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_65" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/1.jpg"><img class="size-full wp-image-65" title="Foto 1" src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/1.jpg?w=614" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">ibu hamil</p></div>
<p>Dikenal sebagai &#8220;Octomom&#8221;, Nadya Denise Doud-Suleman Gutierrez menyita perhatian internasional setelah melahirkan octuplets pada bulan Januari 2009. Octuplets kedua yang lahir dan hidup di AS dengan cepat melampaui tingkat kelangsungan hidup sebelumnya di seluruh dunia untuk satu set lengkap octuplets. Suleman, seorang ibu tunggal sudah memiliki enam anak lain di rumah pada saat itu, dan bersama dengan octuplets, mereka semua dikandung melalui fertilisasi in-vitro, yang menyebabkan banyak kontroversi.</p>
<p><span id="more-64"></span><br />
<a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/21.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-71" title="Ibu Paling Muda Di Dunia" src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/21.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Lina Madinah adalah ibu termuda dalam sejarah medis, melahirkan pada usia 5 tahun 7 bulan 21 hari. Lahir di Ticrapo, Peru, Madinah dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya pada usia lima tahun karena peningkatan ukuran perut. Dia awalnya dianggap memiliki tumor, tetapi para dokter memvonis dia hamil tujuh bulan. Dr Gerardo Lozada membawanya ke Lima, Peru, dan memastikan bahwa Madinah hamil.</p>
<p>Satu bulan setengah kemudian, pada tanggal 14 Mei 1939, ia melahirkan seorang anak laki-laki dengan operasi caesar karena panggulnya yang kecil. Operasi dilakukan oleh Dr Lozada dan Dr Busalleu, dengan Dr Colareta memberikan anestesi. Kasusnya dilaporkan secara detail oleh Dr Edmundo Escomel dalam jurnal medis La Presse Médicale, termasuk rincian tambahan bahwa telah terjadi menarche pada usia delapan bulan payudara nya membesar pada usia empat tahun.</p>
<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/33.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-74" title="Ibu Tertua saat melahirkan" src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/33.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Setelah menunggu lebih dari 40 tahun untuk anak pertama, wanita India Rajo Devi Lohan melahirkan pada bulan November 2008, pada usia 70.</p>
<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-75" title="69 Anak" src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/4.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Menurut Guinness Book of Records, ibu yang paling produktif sejarah adalah seorang petani dari Shuya, Rusia, yang dikenal hanya sebagai istri Feodor Vassilyev, yang melahirkan tidak kurang dari 69 anak-anak di abad 18, dari 27 kehamilan.</p>
<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-76" title="Ibu Pria pertama di Dunia" src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/5.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Thomas Beatie adalah Orang pertama yang menjadi seorang ibu pria. Dilahirkan sebagai seorang wanita. Dia menjalani operasi dan perawatan sepuluh tahun dan sekarang hidup sebagai seorang pria di Oregon. Dia hamil karena histerektomi, Beatie memutuskan untuk punya bayi sendiri, melalui inseminasi buatan menggunakan sperma donor dan sel telur itu milik Beatie sendiri.</p>
<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/62.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-79" title="Ibu Kembar tertua" src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/62.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Benar-benar bertekad untuk memiliki seorang putra pada usia 70 tahun, Omkari Panwar menjadi ibu kembar tertua. Sama dengan suaminya Charan Singh Panwar nya, Mereka membayar biaya perawatan untuk mempunyai ahli waris laki-laki atas perkebunan keluarga. Setelah menjual kerbau, menggadaikan tanah, menghabiskan tabungan hidup mereka dan mengambil pinjaman kartu kredit . Panwars sudah memiliki dua putri dewasa, dan lima cucu, tapi mereka hanya ingin seorang putra.</p>
<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-80" title="Ibu Pengganti Tersubur di Dunia" src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/7.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Carole Horlock ibu pengganti , telah melahirkan 12 bayi dalam 13 tahun &#8211; termasuk kembar tiga. Ini adalah rekor dunia untuk ibu pengganti paling produktif. &#8220;Ketika saya pertama kali menjadi ibu pengganti, saya berharap melakukannya hanya sekali,&#8221; katanya. &#8220;Tapi aku sangat menikmatinya.. Setelah aku melahirkan bayi aku ingin melakukannya lagi.&#8221; Dia dibayar rata-rata $ 25.000 hingga $ 30.000 untuk layanan tersebut.</p>
<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-81" title="Ibu Terkecil di Dunia" src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/8.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Ibu terkecil di dunia ini telah melahirkan untuk kali ketiga. Meskipun ia di peringatkan akan membahayakan hidupnya. Stacey Herald, yang memiliki tinggi 2, 4 inch, diberitahu bahwa kehamilan bisa membunuhnya. Namun dengan berani Ia menantang para dokter untuk memiliki dua bayi. Dia divonis menderita osteogenesis imperfekta, yang menyebabkan rapuh tulang dan paru-paru sehingga menyebabkan dia tidak berkembang, dan berarti dia gagal untuk tumbuh. Nyonya Herald, yang menggunakan kursi roda, dan suaminya Will, yang memiliki tinggi 5,9 inch, dgn tdk sabar menunggu kelahiran bayi ketiga mereka. Dia mengaku saat sedang hamil adalah saat &#8216;tidak nyaman&#8217; dan hanya terbaring di tempat tidur selama berminggu-minggu.</p>
<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/9.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-82" title="Ibu dengan Bayi Terkecil di Dunia" src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/9.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Mahajabeen Sheikh melahirkan Rumaisa Rahman pada tanggal 19 September 2004 di Loyola University Medical Center. Bayi yang beratnya hanya 8,6 ons dan panjang 10 inci merupakan bayi terkecil di dunia. Ia dilahirkan setelah 25 minggu enam hari kehamilan ibunya. Rumaisa, yang tinggal dengan kedua orangtua di Hanover Park, beratnya hanya 8,6 ons pada saat lahir, tapi sekarang berat sekitar 15 kilogram dan dalam keadaan sehat.</p>
<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/10.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-83" title="bu dengan Interval Terlama Antar Anak" src="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/10.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Elizabeth Ann Buttle memiliki dua anak, Belinda dan Joseph, ada yang khusus dalam dirinya. Belinda Buttle lahir pada 19 Mei 1956. Bagian luar biasa adalah interval antara kelahiran Belinda dan Joseph. Interval terpanjang antara Kelahiran Joseph Buttle lahir pada tanggal 20 Nopember 1997 ketika Elizabeth Ann Buttle berusia 60 tahun. Berarti kelahiran pertama dengan kedua memiliki selang waktu 41 tahun 185 hari. Belinda Buttle lahir pada 19 Mei 1956.</p>
<p>Sumber : http://forum.kompas.com/internasional/46470-10-ibu-paling-ajaib-di-dunia.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herchuless.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herchuless.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herchuless.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herchuless.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herchuless.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herchuless.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herchuless.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herchuless.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herchuless.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herchuless.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herchuless.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herchuless.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herchuless.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herchuless.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=64&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/22/10-ibu-ajaib-di-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f18f4b6bf2996415c8c71dd9f539208?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herchuless</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu Paling Muda Di Dunia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/33.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu Tertua saat melahirkan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">69 Anak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu Pria pertama di Dunia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/62.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu Kembar tertua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu Pengganti Tersubur di Dunia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu Terkecil di Dunia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu dengan Bayi Terkecil di Dunia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2011/11/10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bu dengan Interval Terlama Antar Anak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istri idaman orang IT</title>
		<link>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/18/61/</link>
		<comments>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/18/61/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 15:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herchuless</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herchuless.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Seorang sarjana komputer sedang berusaha mencari istri yang selama ini dia idam-idamkan. Namun dia kebingungan menentukan kriteria calon istri yang diidamkannya. Karena kesehariannya yang selalu berhubungan dengan dunia IT, maka akhirnya dia mencoba menentukan kriteria dengan menggunakan sejumlah istilah dalam dunia IT. Maka setelah melalui perenungan berhari-hari akhirnya didapatlah sejumlah kriteria tersebut, yaitu : GUI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=61&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang sarjana komputer sedang berusaha mencari istri yang selama ini dia idam-idamkan. Namun dia kebingungan menentukan kriteria calon istri yang diidamkannya. Karena kesehariannya yang selalu berhubungan dengan dunia IT, maka akhirnya dia mencoba menentukan kriteria dengan menggunakan sejumlah istilah dalam dunia IT. Maka setelah melalui perenungan berhari-hari akhirnya didapatlah sejumlah kriteria tersebut, yaitu :</p>
<p><span id="more-61"></span><br />
<strong>GUI menarik</strong>, harus cantik, menarik hingga tidak bosan untuk selalu dipandangi tiap hari sepulang dari kantor.<br />
<strong>Robust</strong>, handal, tidak mudah marah, dan siap hidup dalam kondisi apapun.<br />
<strong>Energy Saver</strong>, pintar mengatur jadwal kapan harus istirahat setelah bekerja seharian mengurus rumah, tapi langsung ON ketika dibutuhkan.<br />
<strong>Network available</strong>, punya jaringan pertemanan yang luas biar nggak kuper.<br />
<strong>Portable</strong>, siap dibawa kemana saja mengikuti penempatan kerja suaminya.<br />
<strong>Responsive</strong>, sewaktu-waktu ditinggal di rumah maka tau apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat.<br />
<strong>Plug and Play</strong>, tidak perlu diajarkan cara penggunaannya saat ada barang/perabot baru di rumah.<br />
<strong>Multitasking</strong>, mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Misalnya, memasak di kompor sekaligus mencuci menggunakan mesin cuci dalam waktu bersamaan.<br />
<strong>Multilingual</strong>, bisa berbicara dalam minimal 3 bahasa, ketika berhadapan dengan suami, berhadapan dengan anak dan ketika berhadapan dengan mertua.<br />
<strong>Berprosesor core 2 duo</strong>, selain menyelesaikan urusan rumah tangganya, maka mampu pula menggunakan slot waktunya untuk membantu mencari income keluarga.</p>
<p>Setelah sekian lama, akhirnya dia menemukan sosok yang diidamkan tersebut. Puas rasanya mendapatkan istri idaman setelah melalui seleksi lebih dari 1000 calon. Namun setelah dia menjalani ijab kabul, alangkah kagetnya karena ternyata dia mendapati ternyata istrinya juga memiliki satu fitur tambahan, yakni MULTIUSER! </p>
<p>Sumber : http://niatadevz.multiply.com/journal/item/21/Istri_Idaman_Orang_IT</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herchuless.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herchuless.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herchuless.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herchuless.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herchuless.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herchuless.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herchuless.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herchuless.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herchuless.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herchuless.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herchuless.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herchuless.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herchuless.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herchuless.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=61&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herchuless.wordpress.com/2011/11/18/61/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f18f4b6bf2996415c8c71dd9f539208?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herchuless</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Instalasi dan konfigurasi EasyHotspot</title>
		<link>http://herchuless.wordpress.com/2010/04/21/instalasi-dan-konfigurasi-easyhotspot/</link>
		<comments>http://herchuless.wordpress.com/2010/04/21/instalasi-dan-konfigurasi-easyhotspot/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 14:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herchuless</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herchuless.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[1. Masukkan CD Easyhotspot dan tunggu proses booting, setelah beberapa saat kita diberikan pilihan untuk menjalangkan easyhotspot. Karena penulis akan melakukan instalasi, maka penulis memilih install dan setelah itu tekan enter. sebenarnya penginstalan Easyhotspot sama halnya menginstall distro linux lainya. Configurasi Easyhotspot 1. Untuk membuat Server Easyhotspot penulis membutuhkan 2 Ethernet Card. 1 untuk koneksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=36&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2010/04/logo2.png"><img src="http://herchuless.files.wordpress.com/2010/04/logo2.png?w=614" alt="" title="logo"   class="aligncenter size-full wp-image-44" /></a></p>
<p><span id="more-36"></span><br />
1. Masukkan CD Easyhotspot dan tunggu proses booting, setelah beberapa saat kita diberikan pilihan untuk menjalangkan easyhotspot. Karena penulis akan melakukan instalasi, maka penulis memilih install dan setelah itu tekan enter. sebenarnya penginstalan Easyhotspot sama halnya menginstall distro linux lainya.</p>
<p><a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2010/04/11.jpg"><img src="http://herchuless.files.wordpress.com/2010/04/11.jpg?w=614" alt="" title="1"   class="aligncenter size-full wp-image-37" /></a></p>
<p><strong>Configurasi Easyhotspot</strong></p>
<p>1. Untuk membuat  Server Easyhotspot penulis membutuhkan 2 Ethernet Card. 1 untuk koneksi ke Internet dan 1 lagi untuk koneksi ke Client.<br />
2. Mengganti nama eth3 dan eth4 dengan nama eth0 dan eth1, karena secara Easy Hotspot hanya akan melewatkan semua paket dan konfigurasi radiusnya hanya pada ethernet card eth0 dan eth1. Karena memang sudah ditetapkan di dalam file /etc/init.d/chillispot.firewal. Eth0 difungsikan untuk koneksi keluar, sedangkan eth1 digunakan untuk dhcp dan mengalirkan koneksi ke client yang ada di bawahnya. Jadi kalo misal ethernet card anda masih kedetek sebagai selain eth0 dan eth1, maka harus diubah terlebih dahulu, dengan perintah :</p>
<p>#nano /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules<br />
<a href="http://herchuless.files.wordpress.com/2010/04/3.jpg"><img src="http://herchuless.files.wordpress.com/2010/04/3.jpg?w=614" alt="" title="3"   class="aligncenter size-full wp-image-38" /></a></p>
<p>3. Pada langkah berikutnya memasukkan ip pada eth0. Pada eth0 penulis akan menggunakan IP address 172.16.6.230/24 dan gateway 172.16.6.1<br />
Sedangkan pada eth1 tidak usah kita set IP-nya, karena memang digunakan untuk koneksi ke bawah, dan secara default sudah diberikan ip 192.168.182.1, sedangkan ip untuk client dibawahnya akan diberikan ip pada network 192.168.182.0/24.</p>
<p>3. silahkan tancapkan kabel UTP pada eth0 yang terhubung ke Client dan jangan lupa IP client di set Dinamic.</p>
<p><strong>SEMOGA BERMANFAAT</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herchuless.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herchuless.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herchuless.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herchuless.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herchuless.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herchuless.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herchuless.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herchuless.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herchuless.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herchuless.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herchuless.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herchuless.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herchuless.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herchuless.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herchuless.wordpress.com&amp;blog=11099257&amp;post=36&amp;subd=herchuless&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herchuless.wordpress.com/2010/04/21/instalasi-dan-konfigurasi-easyhotspot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f18f4b6bf2996415c8c71dd9f539208?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herchuless</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2010/04/logo2.png" medium="image">
			<media:title type="html">logo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2010/04/11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herchuless.files.wordpress.com/2010/04/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
